TINGWE Bukan hanya orangtua, Yang Mudapun SUKA !

admin • September 15, 2026 • 236 views
Tingwe
TINGWE Bukan hanya orangtua, Yang Mudapun SUKA !

BUDAYA lama 

Waktu keci saya ingatl, saat simbah-simbah atau paman-paman tetangga saya di Kaliangkrik Magelang, melakoni kultur tingwe ini. Laku tingwe seolah memamg sudah menjadi kebiasaannya, dan saya rasa memang sudah membudaya. Saat kerja bakti misalnya. Masuk waktu istirahat, beberapa orang menggelar starter pack tingwe mereka masing-masing. Kertas rokok (papier) dobel dibentangkan. Tembakau ditaruh. Sambil ngobrol, ditambahkan cengkeh rajangan kering. Mengekor kemudian, proses menaruh klembak, bumbu rokok endemik Magelang, dengan dipotong menggunakan pisau kecil. Tak lupa, kemenyan.

Belakangan, budaya tingwe semakin punya tempat, bahkan menyasar anak-anak muda. Karena segmen pelinting tembakau ini makin meluas, muncullah tembakau shag (tembakau kemasan siap hisap, biasanya sudah bercukai) yang beraneka rupa. Salah satunya, tembakau rasa-rasa alias flavour. Sama sekali tak salah untuk hukum pasar.

 

Tingwe Adalah Paket Aktivitas.

Mengapa tingwe adalah paket aktivitas? Karena menurut saya, tingwe itu tak sekadar menyalakan tembakau, dan menikmati rasanya. Saat orang melakoni tingwe, dia akan melakukan urutan aktivitas, dari mulai membuka tembakau, mengambil papier, menaruh tembakau beserta bumbu-bumbunya, menakar kira-kira seberapa banyak dan seberapa pas komposisi rokok dalam sebuah papier, merapikan papier, dan lalu ditutup dengan aktivitas pamungkas: Menyalakan rokok tingwe dan menikmatinya.

Dalam prakteknya, ada interaksi menarik saat melakoni urutan aktivitas tersebut. Waktu yang dibutuhkan adalah waktu yang berharga, karena bagi perokok berat, dia mampu memotong proses saat menyambung kembali rokok yag sudah habis. Belum lagi soal interaksi yang ditimbulkan saat seseorang melakoni urutan aktivitas tersebut, kadang ngobrol, kadang sharing tentang sebuah hal. Belakangan ini saya sadari, saat saya dulu kecil melihat para tetangga terutama sesepuh kampung melakukan urutan membuat rokok tingwe, sesungguhnya itu tak sesederhana ativitas yang mereka lakukan. Ada kearifan lokal kental yang terkandung di dalamnya. Ini sebabnya juga, beberapa suku lokal asli seperti Indian menganggap ritual menyalakan tembakau adalah hal penting yang mereka lakukan sesaat sebelum melakoni upacara adat, penyambutan tamu, atau dalam pembicaran-pembicaran penting.

Demikian menurut pendapat amatir saya, tingwe lebih dari sekadar hobi. Tingwe adalah paket aktivitas, kental dengan kearifan lokal dalam konteks sosialisasi. Ini sebabnya pula, tanpa disadari, banyak dari kita yang berstatus social smoker, alias merokok kencang hanya saat bertemu kawan-kawan, di tongkrongan, atau saat sedang kumpul. Rokok adalah alat pemersatu manusia. Dia meredakan kecanggungan, mencairkan suasana.

admin
admin
15 Sep 2026
  Share to
Comments (0)
Login to comment.

current_app